October 25, 2025
Bayangkan turun melalui awan tebal menuju bandara pegunungan ketika tiba-tiba, alarm yang menusuk berbunyi: "TERRAIN, PULL UP!" Ini bukan adegan dari film thriller—ini adalah Ground Proximity Warning System (GPWS) yang mulai beraksi untuk mencegah bencana. Di dunia penerbangan yang berisiko tinggi, sistem keselamatan yang sederhana ini berfungsi sebagai garis pertahanan terakhir yang kritis terhadap salah satu ancaman paling mematikan dalam penerbangan: penerbangan terkontrol ke medan (CFIT).
Penerbangan modern mengandalkan dua sistem utama untuk mencegah tabrakan medan:
Ground Proximity Warning System (GPWS) memantau ketinggian pesawat, kecepatan vertikal, dan konfigurasi (posisi roda/flap) menggunakan altimeter radio dan sensor lainnya. Ketika mendeteksi kedekatan medan yang tidak aman, sistem ini memicu peringatan visual dan pendengaran yang jelas yang mendorong tindakan korektif segera.
Misalnya, selama pendekatan malam hari ke Bandara Internasional Denver, GPWS mungkin mendeteksi laju penurunan yang berlebihan di bawah jalur luncur yang aman, mengeluarkan peringatan "SINK RATE" yang memungkinkan pilot menyesuaikan pendekatan mereka.
Enhanced Ground Proximity Warning System (EGPWS), juga disebut Terrain Awareness and Warning System (TAWS), mewakili lompatan teknologi maju. Dengan mengintegrasikan posisi GPS dengan database medan global dan algoritma prediktif, EGPWS dapat mengantisipasi konflik medan di sepanjang jalur penerbangan pesawat di masa mendatang.
Misalnya, saat bernavigasi melalui Pegunungan Rocky Colorado, EGPWS menampilkan medan berkode warna di layar navigasi dan memperingatkan pilot tentang punggungan gunung 10 mil laut di depan, memungkinkan koreksi jalur proaktif.
| Fitur | GPWS | EGPWS |
|---|---|---|
| Sumber Data | Altimeter radio dan parameter penerbangan langsung | Menambahkan GPS, database medan, dan kemampuan melihat ke depan |
| Jenis Peringatan | Reaktif (misalnya, laju penurunan berlebihan) | Prediktif (misalnya, medan di depan berdasarkan jalur penerbangan) |
| Visualisasi | Tidak ada tampilan medan | Menyediakan pemetaan medan kokpit |
| Keterbatasan | Kurang efektif dengan perubahan medan yang tiba-tiba | Mengurangi titik buta melalui kesadaran berbasis database |
Penerbangan terkontrol ke medan (CFIT) terjadi ketika pesawat yang layak terbang secara tidak sengaja bertabrakan dengan rintangan darat. GPWS/EGPWS memerangi CFIT melalui:
Selama pendekatan non-presisi berkabut, misalnya, EGPWS mungkin mendeteksi pesawat turun di bawah ketinggian yang aman 3 mil dari landasan pacu, memicu peringatan "TOO LOW - TERRAIN" yang mendorong prosedur go-around segera.
Peraturan Penerbangan Federal AS (14 CFR §91.223) mewajibkan pemasangan TAWS pada sebagian besar pesawat bertenaga turbin dengan enam atau lebih kursi penumpang. Operasi piagam Bagian 135 menghadapi persyaratan yang lebih ketat—jet dengan 10+ kursi membutuhkan TAWS Kelas A penuh dengan tampilan medan, sementara pesawat 6-9 kursi memerlukan setidaknya sistem Kelas B dasar.
Perkembangan ini menjanjikan untuk lebih mengurangi kecelakaan CFIT—kemajuan kritis mengingat bahwa tabrakan medan menyumbang 17% dari kematian penerbangan komersial dari tahun 2010-2019 menurut database keselamatan penerbangan.