December 12, 2025
Bayangkan duduk di kokpit helikopter, rotornya bergemuruh, menavigasi melalui lanskap kota yang padat atau laut bergelombang.Tantangannya bukan hanya manuver melalui ruang udara yang kompleks tetapi menghindari pesawat lainIni bukan simulasi, satu gerakan yang salah bisa menyebabkan bencana.
Operasi helikopter, terutama di daerah berpenduduk atau kondisi cuaca yang buruk, membawa risiko yang signifikan.Sistem kontrol lalu lintas udara (ATC) tradisional yang bergantung pada radar dan komunikasi radio memiliki keterbatasan:
Hal ini menggarisbawahi perlunya sistem penghindaran tabrakan yang lebih cerdas dan otonom yang memberikan pilot helikopter kesadaran situasi yang lebih baik.
Sistem Penghindaran Tabrakan Lalu Lintas II (TCAS II) berfungsi sebagai perlindungan penting ini.TCAS II secara aktif menginterogasi pesawat yang berada di dekatnya melalui transponder ATC dan sistem respon Mode S (Selective) yang menyediakan data penerbangan yang rinci..
Urutan operasi melibatkan:
Efektivitas TCAS II berasal dari kemampuan pemantauan yang canggih:
Operator helikopter global Bristow Group bermitra dengan pemimpin elektronik penerbangan Rockwell Collins untuk memelopori implementasi TCAS II dalam operasi sayap putar.Kolaborasi mereka mengadaptasi teknologi untuk kebutuhan khusus helikopter, menetapkan patokan keamanan baru untuk industri.
Seiring perkembangan teknologi ini, TCAS II terus mendefinisikan kembali standar keselamatan udara untuk operasi helikopter di seluruh dunia.